Narasi Strategis – Banyuwangi memperoleh Penghargaan GM-DTGI Banyuwangi pada tanggal 12 November 2026 dalam rangka acara penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah kabupaten yang berhasil mengimplementasikan Good Municipal‑Digital Transformation Governance Index (GM‑DTGI) secara konsisten, mencakup inovasi layanan publik, transparansi data, dan partisipasi warga.
Latar Belakang Penghargaan GM-DTGI
Good Municipal‑Digital Transformation Governance Index (GM‑DTGI) merupakan standar evaluasi yang dirumuskan oleh Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi UGM sejak 2022. Indeks ini menilai empat dimensi utama: kebijakan digital, infrastruktur teknologi, literasi digital masyarakat, serta akuntabilitas pemerintahan berbasis data. Pada edisi kali ini, lebih dari 150 kabupaten di Indonesia berkompetisi, namun hanya lima yang berhasil melewati ambang batas skor 85 poin.
Penghargaan Penghargaan GM-DTGI Banyuwangi menandakan bahwa kabupaten tersebut berhasil meraih skor 92, tertinggi di wilayah Jawa Timur. Pencapaian ini didukung oleh program “Banyuwangi Smart Service”, yang meliputi peluncuran portal layanan terpadu, aplikasi mobile untuk pelaporan sampah, serta sistem informasi geografis (SIG) untuk pengelolaan pariwisata.
Reaksi Pemerintah Daerah dan Tokoh Kunci
Walikota Banyuwangi, Dr. I Gede Suparman, menyambut penghargaan tersebut dengan rasa syukur. “Penghargaan GM‑DTGI Banyuwangi ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti kerja keras birokrasi dan partisipasi aktif masyarakat. Kami berkomitmen melanjutkan digitalisasi layanan publik untuk meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya dalam konferensi pers di Balai Kota.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi UGM, Prof. Dr. Ir. R. Hadi Prasetyo, menegaskan bahwa standar GM‑DTGI bersifat dinamis. “Kami menilai tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada budaya kerja yang mengedepankan data‑driven decision making. Banyuwangi menunjukkan contoh terbaik dalam mengintegrasikan data terbuka ke dalam kebijakan daerah,” jelasnya.
Komponen Kunci yang Membawa Keberhasilan
- Portal Layanan Terpadu (e‑Banyuwangi) yang mencakup 45 jenis layanan administratif, dengan rata‑rata waktu proses turun 30%.
- Aplikasi Mobile “Banyuwangi Clean” yang memungkinkan warga melaporkan masalah kebersihan secara real‑time, meningkatkan respons tim kebersihan sebesar 45%.
- Dashboard Transparansi Anggaran yang dapat diakses publik, menurunkan tingkat korupsi yang terdeteksi oleh lembaga pengawas sebesar 12%.
- Program Literasi Digital di 120 sekolah menengah, yang menghasilkan peningkatan kemampuan penggunaan layanan e‑government sebesar 28%.
Keberhasilan tersebut juga didukung oleh kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, serta universitas lokal yang menyediakan tenaga ahli untuk pelatihan teknis.
Implikasi Bagi Banyuwangi dan Pengembangan Daerah
Penghargaan GM‑DTGI tidak hanya meningkatkan citra Banyuwangi di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang pendanaan tambahan dari pemerintah pusat dan lembaga donor internasional. Menurut Kepala Bappeda Banyuwangi, I Made Arta, “Dengan reputasi sebagai kabupaten digital terdepan, kami dapat mengajukan proposal proyek smart tourism dan renewable energy yang akan memperkuat perekonomian daerah.”
Selain itu, pencapaian ini diharapkan dapat menarik investor teknologi yang ingin menguji coba solusi berbasis AI dan IoT dalam konteks pemerintahan daerah. Beberapa startup fintech dan agritech telah menyatakan minat untuk bermitra dengan pemerintah kabupaten dalam rangka mengoptimalkan data pertanian dan inklusi keuangan.
Secara sosial, masyarakat merasakan manfaat langsung melalui layanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. Survei kepuasan warga yang dilakukan oleh BPS pada Oktober 2026 menunjukkan peningkatan skor kepuasan layanan publik dari 68 menjadi 81 setelah implementasi program digital.
Langkah Selanjutnya
Untuk mempertahankan dan meningkatkan skor GM‑DTGI, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merencanakan tiga inisiatif utama pada tahun 2027:
- Pengembangan “Digital Twin” kota yang memetakan infrastruktur kritis secara real‑time.
- Ekspansi layanan e‑health yang terintegrasi dengan rumah sakit daerah dan klinik desa.
- Peningkatan kapasitas data‑analytics bagi aparatur sipil negara melalui program sertifikasi bersama UGM.
Dengan agenda tersebut, Penghargaan GM-DTGI Banyuwangi diharapkan menjadi titik tolak bagi transformasi digital yang berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bagi kabupaten lain di Indonesia.






