Narasi Strategis – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Iwan R. Dwi Putranto, memimpin sertijab tiga pejabat utama Polri di wilayah DKI Jakarta pada Senin (5/11/2026). Upacara berlangsung di Balai Besar Polda Metro Jaya, menandai pergantian jabatan Kepala Seksi Intelijen, Kepala Seksi Operasi, dan Kepala Seksi Humas. Sertijab ini diharapkan memperkuat koordinasi keamanan di ibu kota menjelang pemilihan umum 2027.
Rangkaian Sertijab
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembacaan doa bersama, diikuti sambutan Kapolda yang menekankan pentingnya sinergi antar unit. Irjen Iwan secara resmi menyerahkan seragam, lencana, dan dokumen tugas kepada pejabat yang baru dilantik, yaitu Kombes Pol. Rina Suryani (Kepala Seksi Intelijen), Kombes Pol. Dedi Pratama (Kepala Seksi Operasi), dan Kombes Pol. Siti Nurhaliza (Kepala Seksi Humas). Seluruh proses sertijab Kapolda Metro Jaya dihadiri oleh pejabat tinggi Polri, perwakilan pemerintah provinsi, serta media massa.
Profil Tiga Pejabat Baru
Kombes Pol. Rina Suryani, lulusan Akademi Polisi, memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang intelijen strategis. Sebelumnya ia memimpin unit intelijen di Polda Jawa Barat, di mana ia berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional. Kombes Pol. Dedi Pratama, yang pernah bertugas di satuan anti teror, dikenal karena pendekatan berbasis teknologi dalam operasi lapangan. Ia akan mengawasi penanganan kerusuhan massa dan penegakan hukum lalu lintas. Kombes Pol. Siti Nurhaliza, wanita pertama yang memegang jabatan Kepala Seksi Humas di Polda Metro Jaya, memiliki latar belakang komunikasi publik dan media sosial, serta berkomitmen meningkatkan transparansi Polri kepada masyarakat.
Ketiga pejabat tersebut akan melapor langsung kepada Kapolda, sehingga sertijab Kapolda Metro Jaya menjadi titik penting dalam restrukturisasi kepemimpinan. Irjen Iwan menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan upaya memperkuat respons cepat terhadap ancaman keamanan yang semakin kompleks, termasuk terorisme, kejahatan siber, dan kerusuhan sosial.
Para pejabat yang dilantik menyampaikan apresiasi kepada Kapolda serta menekankan komitmen mereka untuk bekerja secara kolaboratif. “Kami siap mendukung visi Kapolda dalam menciptakan Jakarta yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Kombes Rina dalam pidatonya. Kombes Dedi menambahkan, “Teknologi intelijen modern akan menjadi landasan utama dalam operasi kami.” Sementara Kombes Siti menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka, “Masyarakat berhak mengetahui langkah-langkah kami dalam menjaga keamanan mereka.”
Pengamat keamanan menilai sertijab Kapolda Metro Jaya sebagai langkah strategis menjelang pemilihan umum 2027, di mana potensi konflik politik diprediksi meningkat. Mereka menilai bahwa penempatan pejabat dengan keahlian khusus pada masing-masing seksi dapat meningkatkan efektivitas penanganan situasi darurat. Selain itu, kehadiran Kepala Seksi Humas yang berpengalaman di media sosial diharapkan dapat memperbaiki citra Polri di mata publik.
Reaksi masyarakat pun tampak positif. Beberapa warga yang hadir di lokasi upacara menyampaikan harapan agar keamanan di kawasan perkotaan, khususnya daerah rawan kriminalitas, dapat lebih terjaga. “Kami menantikan kebijakan yang lebih proaktif, terutama dalam penanggulangan kejahatan siber,” kata seorang pengusaha teknologi informasi. Sementara aktivis hak asasi manusia menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam setiap tindakan kepolisian.
Ke depan, Kapolda Metro Jaya berencana menggelar serangkaian pelatihan lintas sektoral, melibatkan TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta lembaga swadaya masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan jaringan respons cepat yang terintegrasi, sejalan dengan visi sertijab Kapolda Metro Jaya untuk memperkuat sinergi antar lembaga. Dengan struktur kepemimpinan yang baru, diharapkan Jakarta dapat menghadapi tantangan keamanan dengan lebih terkoordinasi dan adaptif.






