Narasi Strategis – Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya menjadi sorotan publik setelah tiga pegawai dinas tersebut tewas ditembak dalam insiden tragis di wilayah Wamena pada tanggal 12 Oktober 2026.
Identitas dan Latar Belakang Pegawai
Ketiga korban adalah:
- Raden Hadi Pratama, kepala subbagian penyuluhan, berusia 42 tahun, telah mengabdi selama 15 tahun di Dinas Pertanian setempat.
- Siti Nurhaliza, teknisi laboratorium agrikultur, berusia 35 tahun, dikenal aktif dalam program peningkatan kualitas benih padi.
- Andi Saputra, staf administrasi, berusia 29 tahun, bertugas mengelola data lahan pertanian dan pendataan petani.
Ketiganya dikenal sebagai sosok yang berdedikasi, sering melakukan kunjungan ke desa-desa terpencil untuk membantu petani meningkatkan produktivitas.
Rincian Kejadian
Pada sore hari, ketiga pegawai tersebut sedang melakukan survei lapangan di Desa Bintang, Kecamatan Kurima, ketika mereka diserang oleh sekelompok orang bersenjata tak dikenal. Menurut laporan saksi mata, pelaku menembak dari jarak dekat menggunakan senapan laras pendek. Korban langsung terjatuh, sementara satu orang petugas keamanan desa berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian ke kantor polisi setempat.
Respons Pemerintah dan Penyidikan
Setelah menerima laporan, Polda Papua mengirimkan tim penyidik ke lokasi kejadian. Kepala Polda Papua, Kombes Pol. Irwan Setiawan, menyatakan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal, namun ada indikasi motif pribadi atau konflik agraria yang memicu penembakan.
Sementara itu, Gubernur Papua, Dr. Lukas Manuhutu, mengumumkan bahwa Dinas Pertanian akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, termasuk santunan dan bantuan psikologis. Ia juga menekankan pentingnya keamanan bagi petugas pemerintah yang bekerja di daerah rawan konflik.
Dampak Terhadap Program Pertanian
Kehilangan tiga pegawai berpengalaman menimbulkan kekhawatiran atas kelangsungan program penyuluhan dan pengembangan benih di wilayah Jayawijaya. Kepala Dinas Pertanian, Dr. Yulianto, menyatakan bahwa sementara proses rekrutmen pengganti sedang dipercepat, tim yang ada akan tetap melanjutkan kegiatan penting seperti distribusi pupuk organik dan pelatihan teknik irigasi.
Reaksi Masyarakat
Masyarakat setempat menggelar doa bersama di lapangan desa, menuntut keadilan bagi para korban. Beberapa tokoh adat mengingatkan pentingnya dialog antar kelompok untuk menghindari kekerasan yang dapat merusak stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
Langkah Keamanan Kedepan
Pemerintah daerah berencana meningkatkan patroli keamanan di wilayah-wilayah pertanian yang rawan konflik. Selain itu, akan dibentuk forum koordinasi antara aparat keamanan, Dinas Pertanian, dan perwakilan petani untuk memantau situasi secara real time.
Tragedi ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi petugas pemerintah di daerah terpencil. Diharapkan penyelidikan dapat mengungkap pelaku dan motif di balik penembakan, serta mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.






