Beranda Internasional GEKRAFS Malaysia promosikan kuliner Indonesia diplomasi

GEKRAFS Malaysia promosikan kuliner Indonesia diplomasi

Narasi Strategis – GEKRAFS Malaysia menggelar acara promosi kuliner Indonesia melalui diplomasi budaya pada 25 September 2024 di Kuala Lumpur, menghadirkan 12 hidangan khas serta delegasi chef Indonesia, guna memperkuat hubungan bilateral dan memperluas pasar makanan Asia Tenggara.

Diplomasi Budaya lewat Makanan

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia bersama Dewan Kesenian Malaysia (GEKRAFS) menekankan peran makanan sebagai jembatan budaya. Selama tiga hari, peserta dapat mencicipi rendang, soto, gado‑gado, dan sate lilit, sekaligus menyaksikan pertunjukan tari tradisional yang mengiringi penyajian. Inisiatif ini menegaskan bahwa GEKRAFS Malaysia kuliner Indonesia bukan sekadar festival kuliner, melainkan platform diplomasi yang menumbuhkan rasa saling menghargai.

Peran Pemerintah dan Swasta

Pemerintah Malaysia memberikan dukungan logistik, sementara perusahaan multinasional di bidang makanan menyiapkan stand promosi. Menteri Pariwisata Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid, menyatakan, “Kami melihat potensi pasar Indonesia yang besar, dan melalui GEKRAFS Malaysia kuliner Indonesia, kami ingin membuka peluang investasi bagi produsen makanan kedua negara.” Di sisi lain, Kementerian Pariwisata Indonesia menugaskan tim khusus untuk memastikan standar rasa dan kebersihan tetap terjaga.

Respon Publik dan Media

Pengunjung lokal dan wisatawan asing memberikan respons positif. Lebih dari 5.000 orang mencatat pengalaman mereka di media sosial dengan tagar #GEKRAFSMalaysia dan #KulinerIndonesia. Media lokal menilai acara ini sebagai contoh sukses “soft power” yang dapat diadaptasi oleh negara lain di kawasan ASEAN.

Implikasi Ekonomi dan Budaya

Jika tren ini berlanjut, diperkirakan nilai ekspor produk makanan Indonesia ke Malaysia akan naik 12% dalam dua tahun ke depan. Selain itu, kolaborasi chef Indonesia‑Malaysia membuka peluang pelatihan silang, yang dapat meningkatkan kualitas SDM kuliner di kedua negara. Dari perspektif budaya, pertukaran resep tradisional memperkaya warisan gastronomi regional, memperkuat identitas ASEAN yang inklusif.

Keberhasilan GEKRAFS Malaysia kuliner Indonesia juga menginspirasi agenda serupa di negara lain, seperti Singapura dan Thailand, yang tengah merencanakan festival kuliner lintas negara. Dengan menempatkan makanan sebagai alat diplomasi, Malaysia dan Indonesia menegaskan komitmen mereka terhadap kerjasama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.