Beranda Internasional ASEAN tidak terpecah: Filipina ingatkan persatuan di ASEAN

ASEAN tidak terpecah: Filipina ingatkan persatuan di ASEAN

Narasi Strategis – Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo, menegaskan pada pertemuan ASEAN di Jakarta bahwa ASEAN tidak terpecah, meski anggota memiliki perbedaan kebijakan ekonomi, keamanan, dan nilai sosial.

Latar Belakang Peringatan Filipina

Dalam sidang ke-30 ASEAN Plus Three, Manalo menyoroti dinamika geopolitik yang semakin kompleks, termasuk persaingan besar antara kekuatan luar dan tantangan perubahan iklim. Ia mengingatkan bahwa sejarah ASEAN dibangun atas fondasi kesepakatan bersama, bukan keseragaman mutlak. “Kita harus menjaga agar ASEAN tidak terpecah oleh perbedaan yang bersifat sementara,” ujarnya.

Filipina, sebagai salah satu pendiri ASEAN, memiliki pengalaman panjang dalam menyeimbangkan kepentingan nasional dengan agenda regional. Negara ini menekankan pentingnya dialog inklusif, di mana setiap negara anggota dapat menyuarakan kepentingannya tanpa mengorbankan tujuan kolektif. Menurut Manalo, perbedaan pandangan tentang isu-isu seperti Laut China Selatan atau kebijakan perdagangan harus menjadi bahan diskusi, bukan pemicu perpecahan.

Implikasi bagi Koordinasi Regional

Peringatan tersebut muncul bersamaan dengan ketegangan di Laut China Selatan, di mana beberapa negara anggota memiliki klaim tumpang tindih. Jika ASEAN tidak terpecah, mekanisme diplomatik seperti Deklarasi ASEAN tentang Laut China Selatan dapat tetap menjadi landasan penyelesaian damai. Sebaliknya, perpecahan dapat melemahkan posisi blok dalam negosiasi dengan kekuatan eksternal.

Selain keamanan maritim, perbedaan kebijakan ekonomi, terutama dalam penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan pasca‑pandemi, menjadi tantangan lain. Filipina menekankan bahwa ASEAN tidak terpecah harus tercermin dalam koordinasi vaksin, distribusi bantuan, serta kebijakan fiskal yang saling melengkapi. “Kita tidak dapat membiarkan perbedaan menjadi alasan untuk menutup pintu kerja sama,” tegas Manalo.

Langkah Konkret yang Didorong

Manalo mengusulkan tiga langkah utama: pertama, memperkuat mekanisme konsultasi rutin melalui ASEAN Senior Officials Meeting; kedua, meningkatkan transparansi dalam proses pembuatan keputusan dengan melibatkan lembaga think‑tank regional; ketiga, meluncurkan program pertukaran kebijakan yang memungkinkan negara‑negara anggota belajar dari praktik terbaik masing‑masing. Semua inisiatif ini diarahkan untuk memastikan ASEAN tidak terpecah.

Para pengamat menilai pernyataan Filipina sebagai sinyal kuat bahwa blok regional masih berkomitmen pada prinsip non‑intervensi dan konsensus. Meskipun perbedaan tetap ada, fokus pada persatuan dapat memperkuat posisi ASEAN di panggung internasional, khususnya dalam forum seperti G20 dan APEC.

Dengan menegaskan bahwa ASEAN tidak terpecah, Filipina berharap negara‑negara anggota dapat menyalurkan energi politik ke arah solusi bersama, bukan konflik internal. Harapan ini sejalan dengan visi ASEAN 2030 yang menekankan integrasi ekonomi, keamanan bersama, dan keberlanjutan lingkungan.