Beranda Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Turun ke 5,1% Menurut CORE

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Turun ke 5,1% Menurut CORE

Narasi Strategis – CORE memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan III Indonesia melambat menjadi 5,1 persen, jauh di bawah ekspektasi pasar. Prediksi ini mencakup periode Juli‑September 2024 dan dipengaruhi oleh penurunan ekspor, inflasi yang masih tinggi, serta kebijakan moneter yang ketat.

Faktor‑faktor yang Menurunkan Pertumbuhan

Penurunan pertumbuhan ekonomi triwulan III terutama disebabkan oleh tiga faktor utama. Pertama, ekspor barang manufaktur turun 3,2% akibat melemahnya permintaan global, khususnya dari negara‑negara Asia Timur. Kedua, inflasi konsumen tetap berada di atas target Bank Indonesia (3,5%), menekan daya beli rumah tangga. Ketiga, kebijakan suku bunga Bank Indonesia tetap pada level 5,75% untuk menahan tekanan inflasi, yang pada gilirannya menurunkan investasi swasta.

Reaksi Pasar dan Pemerintah

Pasar modal merespons proyeksi CORE dengan penurunan indeks IHSG sekitar 1,2% pada sesi pembukaan. Analis saham menilai bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi triwulan III dapat memicu penyesuaian portofolio ke sektor defensif seperti utilitas dan konsumer staples. Di sisi lain, Kementerian Keuangan menegaskan komitmen untuk memperkuat stimulus fiskal melalui pengeluaran infrastruktur dan insentif pajak bagi UMKM.

Implikasi Kebijakan Moneter

Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa kebijakan suku bunga yang konservatif tetap diperlukan sampai inflasi turun ke kisaran 3‑4%. Namun, BI juga membuka ruang untuk penyesuaian kebijakan jika data pertumbuhan ekonomi triwulan III menunjukkan penurunan yang lebih tajam. Kebijakan ini dipandang dapat menahan arus keluar modal asing, meski berisiko menambah beban biaya pinjaman bagi pelaku usaha.

Perbandingan dengan Proyeksi Lembaga Lain

Selain CORE, lembaga riset lain seperti Bank Dunia dan IMF memberikan estimasi pertumbuhan yang sedikit lebih optimis, yakni 5,4% dan 5,6% masing‑masing. Perbedaan ini muncul karena perbedaan asumsi terkait kebijakan fiskal dan dinamika pasar tenaga kerja. Namun, semua lembaga sepakat bahwa laju pertumbuhan ekonomi triwulan III akan berada di bawah 6%, menandakan perlambatan relatif dibandingkan triwulan II yang mencatat 5,9%.

Prospek Triwulan IV dan Outlook Jangka Panjang

Melihat ke depan, analis memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan III dapat menjadi titik balik jika kebijakan stimulus fiskal berhasil meningkatkan permintaan domestik. Proyeksi untuk triwulan IV menunjukkan potensi rebound menjadi 5,7% bila ekspor pulih dan inflasi mulai terkendali. Dalam jangka panjang, struktur ekonomi Indonesia diharapkan semakin beralih ke sektor jasa dan digital, yang dapat menstabilkan pertumbuhan setelah fase penurunan ini.

Secara keseluruhan, prediksi CORE menegaskan bahwa ekonomi Indonesia menghadapi tantangan signifikan pada triwulan III 2024. Keberhasilan pemerintah dalam menyeimbangkan kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi kunci utama untuk mengembalikan momentum pertumbuhan dan menjaga stabilitas makroekonomi.