Beranda Bisnis Pengembangan Panas Bumi Dioptimalkan, Kata Pakar Energi

Pengembangan Panas Bumi Dioptimalkan, Kata Pakar Energi

Narasi Strategis – Pakar energi terkemuka, Dr. Andi Prasetyo, menyatakan bahwa pengembangan panas bumi harus terus dioptimalkan agar Indonesia dapat memenuhi target energi bersih 2030, menekankan peran investasi, regulasi, dan riset.

Harapan Pakar Terhadap Kebijakan Pemerintah

Dr. Andi menegaskan bahwa kebijakan fiskal dan perizinan yang terintegrasi menjadi kunci utama. Ia mengingatkan bahwa sejak 2015 pemerintah telah mengeluarkan regulasi dasar, namun implementasinya masih terhambat oleh birokrasi yang berlapis. “Jika regulasi disederhanakan dan insentif fiskal diperluas, pengembangan panas bumi akan menarik lebih banyak investor domestik dan asing,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, 26 Oktober 2026.

Tantangan dan Peluang di Sektor Panas Bumi

Secara teknis, Indonesia memiliki potensi panas bumi lebih dari 30 GW, namun baru sekitar 2,5 GW yang telah beroperasi. Tantangan utama meliputi akses infrastruktur, pendanaan awal, dan risiko geologi. Di sisi lain, peluang muncul dari kebutuhan listrik di daerah terpencil, di mana pembangkit panas bumi dapat menjadi solusi yang stabil dan rendah emisi.

Investasi dan Pendanaan

Bank pembangunan regional dan lembaga keuangan internasional kini menawarkan paket pembiayaan berisiko rendah untuk proyek energi terbarukan. Dr. Andi menambahkan, “Skema pembiayaan berbasis hasil (result‑based financing) dapat menurunkan beban modal awal, sehingga lebih banyak perusahaan energi bersedia masuk ke pasar panas bumi.”

Riset dan Inovasi Teknologi

Universitas terkemuka dan lembaga riset nasional sedang menguji teknologi binary cycle yang lebih efisien untuk sumber daya panas bumi bertemperatur rendah. Kolaborasi antara akademisi dan industri dipandang sebagai katalisator percepatan komersialisasi.

Dengan mengoptimalkan regulasi, meningkatkan insentif, serta memperkuat ekosistem riset‑investasi, Dr. Andi yakin Indonesia dapat meningkatkan kontribusi pengembangan panas bumi menjadi 10% dari total bauran energi nasional pada 2035. Ia menutup pernyataannya dengan mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersinergi demi transisi energi yang berkelanjutan.