Narasi Strategis – Sudin Tamhut DKI Jakarta mempercepat penanaman tabebuya TPU di kawasan TPU Pasar Minggu pada 12 November 2026, dengan tujuan mempercantik area, menurunkan suhu mikroklimat, dan meningkatkan kualitas udara bagi warga sekitar.
Latar Belakang Penanaman Tabebuya
Program penghijauan ini merupakan bagian dari inisiatif Green Jakarta yang diluncurkan pada awal 2025. Hingga kini, sebanyak 350 bibit tabebuya telah ditanam di sekitar pekuburan umum, menggantikan area yang sebelumnya gundul. Tabebuya dipilih karena pertumbuhannya cepat, daun lebar yang efektif menyerap polusi, serta kemampuan beradaptasi dengan tanah berpasir khas wilayah Jakarta Selatan.
Koordinasi antara Dinas Tamhut, Badan Lingkungan Hidup DKI, dan komunitas lokal memastikan setiap fase penanaman tabebuya TPU berjalan sesuai standar teknis. Tim lapangan melakukan survei tanah, menyiapkan lubang tanam berdiameter 30 cm, dan menambahkan kompos organik untuk meningkatkan kesuburan.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Setelah tiga bulan pemeliharaan intensif, 92 % bibit menunjukkan pertumbuhan positif dengan tinggi rata-rata 1,2 meter. Penelitian awal menunjukkan penurunan konsentrasi PM2,5 sebesar 12 % di zona radius 500 meter dari titik penanaman. Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga menciptakan ruang hijau yang dapat dimanfaatkan warga untuk beristirahat atau berolahraga ringan.
Keterlibatan Masyarakat
- Relawan lingkungan setempat mengadakan sesi penyuluhan tentang cara merawat tabebuya.
- Sekolah dasar di sekitar TPU mengadakan kunjungan lapangan untuk mengenalkan generasi muda pada pentingnya penghijauan.
- Warga diminta berpartisipasi dalam pemeliharaan rutin, seperti penyiraman pada pagi dan sore hari.
“Kami berharap penanaman tabebuya TPU tidak hanya memperindah tampilan fisik TPU Pasar Minggu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya ruang hijau di tengah kota,” ujar Kepala Sudin Tamhut, Budi Santoso, dalam sambutan resmi.
Keberhasilan program ini menjadi acuan bagi wilayah lain di Jakarta yang berencana mengimplementasikan strategi serupa. Dinas Tamhut menargetkan penanaman tambahan 500 bibit tabebuya pada kuartal berikutnya, dengan fokus pada area publik lain yang mengalami degradasi vegetasi.
Dengan menempatkan penanaman tabebuya TPU sebagai prioritas, pemerintah daerah menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap mitigasi perubahan iklim dan peningkatan kualitas hidup warga. Langkah ini juga selaras dengan agenda nasional tentang penurunan emisi karbon dan revitalisasi ruang terbuka hijau.






