Narasi Strategis – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) mengundang agen perjalanan nasional untuk menyusun paket wisata tematik baru yang menargetkan segmen wisatawan domestik dan mancanegara, mulai bulan depan. Inisiatif ini bertujuan memperkaya penawaran destinasi, meningkatkan lama tinggal, serta menambah nilai ekonomi lokal. Kemenpar menekankan kolaborasi lintas sektor, penyediaan dana promosi, dan standar kualitas yang harus dipenuhi oleh setiap paket yang diusulkan.
Langkah ini muncul setelah data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik melambat pada kuartal kedua 2024. Pemerintah menilai bahwa diversifikasi produk wisata, khususnya yang berbasis tema budaya, kuliner, dan petualangan, dapat mengembalikan minat pasar. Dengan mengaktifkan agen perjalanan sebagai motor kreatif, Kemenpar berharap tercipta sinergi antara kebijakan publik dan inovasi bisnis.
Program paket wisata tematik mencakup tiga fase utama: (1) workshop penyusunan konsep yang akan diadakan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya; (2) pendampingan teknis untuk penyusunan itinerary, perizinan, dan standar layanan; serta (3) peluncuran bersama melalui platform digital Kemenpar dan mitra media. Agen yang berhasil akan memperoleh sertifikasi resmi serta dukungan pemasaran lewat kampanye nasional.
Tujuan Kemenpar dalam Mendorong Paket Wisata Tematik
Fokus utama Kemenpar adalah meningkatkan rata-rata pengeluaran per wisatawan melalui pengalaman yang lebih terkurasi. Paket wisata tematik memungkinkan wisatawan mengeksplorasi nilai-nilai lokal secara mendalam, misalnya tur budaya Jawa, kuliner Sumatera, atau ekowisata Kalimantan. Kebijakan ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta nomor 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Respon Industri dan Peluang bagi Agen Perjalanan
Sejumlah asosiasi agen perjalanan, termasuk Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (APWI), menyambut baik inisiatif ini. Ketua APWI, Budi Santoso, menyatakan, “Kami melihat peluang besar untuk mengembangkan produk yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal.” Agen-agen kecil pun diharapkan dapat mengakses pendanaan mikro melalui skema kredit lunak yang disediakan Kemenpar.
Selain itu, teknologi digital menjadi pendorong utama. Kemenpar berencana meluncurkan portal paket wisata tematik yang memuat katalog lengkap, rating kualitas, dan integrasi dengan sistem reservasi online. Hal ini mempermudah wisatawan menemukan paket yang sesuai dengan minat mereka, sekaligus memberi data real‑time bagi agen untuk menyesuaikan penawaran.
Para pakar pemasaran pariwisata menilai bahwa penekanan pada tema khusus dapat meningkatkan daya saing Indonesia di pasar ASEAN, di mana wisatawan semakin mencari pengalaman otentik. Dengan menggabungkan elemen edukasi, interaksi budaya, dan keberlanjutan, paket wisata tematik menjadi nilai jual yang kuat dalam persaingan regional.
Ke depan, Kemenpar berjanji akan mengevaluasi dampak program melalui indikator kunjungan, lama tinggal, dan kontribusi ekonomi daerah. Jika berhasil, model ini dapat direplikasi untuk sektor lain seperti agro‑tourism dan creative‑tourism, memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi multikultural yang inovatif.






