Narasi Strategis – Pejabat Bawaslu terlantik diminta segera beradaptasi dengan budaya kerja di wilayah tugas masing-masing.
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum, Rahmat Bagja, menegaskan pentingnya percepatan adaptasi bagi pejabat yang baru dilantik agar mampu menghadapi tahapan pemilu yang akan dimulai pada tahun 2027.
Menurut Bagja, setiap wilayah memiliki pola kerja, karakter kepemimpinan, serta tantangan yang berbeda. Karena itu, pejabat fungsional dan pejabat administrasi yang baru dilantik harus segera memahami budaya kerja ketua dan anggota Bawaslu di daerah masing-masing.
Ia menilai proses adaptasi yang cepat akan membantu para pejabat baru menjalankan tugas secara efektif, terutama menjelang agenda besar demokrasi nasional.

“Pelajari dengan cepat budaya kerja ketua dan anggota di wilayah masing-masing. Tahapan pemilu akan segera dimulai pada 2027, sehingga kita harus siap sejak sekarang,” ujar Rahmat Bagja saat memberikan sambutan usai pelantikan di Gedung Bawaslu RI, Rabu (13/5/2026).
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 14 pejabat fungsional dan 189 pejabat administrasi resmi dilantik untuk memperkuat jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum di berbagai wilayah Indonesia.
Bagja menekankan bahwa pelantikan ini harus dipandang sebagai awal perjalanan karier baru bagi para aparatur sipil negara di lingkungan Bawaslu.
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk bekerja secara profesional dan menjadikan amanah tersebut sebagai kesempatan untuk berkembang dalam dunia birokrasi pemerintahan.
“Anggap ini sebagai perjalanan baru dalam kehidupan dan karier Anda sebagai ASN. Jalani tugas ini dengan penuh tanggung jawab,” kata Bagja.
Selain itu, ia juga mendorong para pejabat baru untuk aktif membangun komunikasi dengan pimpinan Bawaslu di daerah masing-masing.
Menurutnya, diskusi yang intens dengan pimpinan setempat akan membantu memperkuat koordinasi internal lembaga.
Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas kelembagaan Bawaslu terus meningkat dan mampu menghadapi berbagai tantangan pengawasan pemilu di masa mendatang.
Bagja juga mengingatkan agar setiap pejabat tetap menjunjung profesionalisme dalam menjalankan tugas serta mematuhi arahan atasan selama tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Ia menegaskan bahwa mekanisme komunikasi internal harus dimanfaatkan dengan baik apabila terdapat persoalan dalam pelaksanaan tugas.
“Jika ada masalah, segera laporkan kepada atasan masing-masing. Kami berharap seluruh jajaran dapat menjalankan perintah pimpinan selama tetap sesuai dengan ketentuan undang-undang,” tegasnya.
Di sisi lain, Bagja juga memberikan perhatian terhadap pembenahan internal organisasi, khususnya di bidang sumber daya manusia.
Ia meminta bagian SDM Badan Pengawas Pemilihan Umum segera melakukan pembaruan serta penataan data seluruh jajaran Bawaslu di Indonesia agar pengelolaan organisasi menjadi lebih tertata.
Langkah pembenahan data tersebut dinilai penting untuk mendukung efektivitas kerja kelembagaan, terutama menjelang tahapan Pemilu 2027 yang membutuhkan kesiapan administratif maupun sumber daya manusia yang optimal.
Dengan percepatan adaptasi budaya kerja, penguatan koordinasi internal, serta pembenahan data SDM, Bawaslu berharap seluruh pejabat terlantik dapat segera bekerja maksimal dalam memperkuat pengawasan pemilu di Indonesia.















