Home Urban & Policy Visi Jakarta Global City: Menata Ulang Infrastruktur Pasca-IKN

Visi Jakarta Global City: Menata Ulang Infrastruktur Pasca-IKN

6
visi jakarta global city menata ulang infrastruktur pasca ikn

Narasi Strategis – Perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur bukan berarti akhir bagi Jakarta. Sebaliknya, momen ini menjadi titik balik bagi Jakarta untuk bertransformasi penuh menjadi Jakarta Global City.

Tanpa beban sebagai pusat pemerintahan, fokus utama kini beralih pada penguatan peran sebagai pusat ekonomi dan bisnis berskala internasional.

Salah satu pilar utama dalam mewujudkan ambisi ini adalah penataan ulang infrastruktur transportasi yang lebih terintegrasi dan efisien.

Melepas Beban, Memperkuat Konektivitas

Selama puluhan tahun, mobilitas di Jakarta terhambat oleh beban ganda sebagai pusat administrasi dan komersial. Pasca-perpindahan IKN, Jakarta memiliki ruang lebih luas untuk mendesain ulang sistem transportasi yang berorientasi pada pengguna ( user-centric).

Pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya fokus pada penambahan ruas jalan tol, melainkan pada penguatan backbone transportasi massal berbasis rel seperti MRT, LRT, dan perluasan jaringan TransJakarta hingga ke daerah penyangga (Jabodetabek).

Strategi Transformasi Transportasi Jakarta

Dalam pengamatan narasistrategis.com, ada tiga aspek krusial dalam menata ulang konektivitas kota global:

  1. Integrasi Antar-Moda (Intermodal Connectivity): Memastikan perpindahan penumpang dari kereta bandara ke MRT atau TransJakarta berlangsung dalam hitungan menit melalui hub transportasi yang modern.

  2. Digitalisasi Sistem Pembayaran: Implementasi satu kartu atau satu aplikasi untuk seluruh moda transportasi guna mempermudah aksesibilitas bagi warga lokal maupun ekspatriat bisnis.

  3. Transit Oriented Development (TOD): Membangun kawasan hunian dan perkantoran yang menyatu dengan stasiun transportasi massal untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Menuju Standar Kota Dunia

Menjadi Jakarta Global City berarti harus mampu bersaing dengan Tokyo, London, atau Singapura dalam hal kemudahan mobilitas. Efisiensi transportasi secara langsung akan menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya tarik investasi asing di Jakarta.

Langkah strategis yang diambil Pemerintah Provinsi saat ini, mulai dari revitalisasi halte hingga pembangunan MRT Fase 2 dan 3, adalah fondasi penting agar Jakarta tetap menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi nasional dan regional.

Rebranding Kota Jakarta

Transformasi infrastruktur transportasi adalah kunci utama dalam rebranding Jakarta. Dengan sistem yang lebih tertata, Jakarta tidak lagi dikenal sebagai kota yang macet, melainkan sebagai megapolitan yang dinamis, efisien, dan siap menyongsong masa depan sebagai hub bisnis global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here